Kamis, 21 Februari 2013

Lovasket 3


Lovasket 3
The Final Game



Vira ikut WNBL (Women National basket League) atau liga basket wanita profesional Indonesia bertanding mewakili grup puspa kartika dengan teman-temannya, Lusi, Rida, Shelva, Shelvy, (Shelva, shelvy itu saudara kembar), Aliffia, dan kristin. Dia tinggal bersama sahabatnya Niken di rumah vira. Niken sendiri memang sengaja diminta untuk menemani vira selama dia tinggal di bandung. Rumah niken dekat dengan tempat tinggal Vira. Dalam tim mereka Vira merupakan salah satu pemain andalan yang paling berbakat di grup Puspa Kartika. Meskipun kalau dilihat dari pengalaman mungkin Lusi yang memiliki pengalaman lebih dalam kompetisi basket tingkat nasional. 
Sebenarnya setiap bermain basket, vira sering kali merasakan sakit pada kaki kanannya, bahkan terkadang belakangan ini kaki kirinya juga ikut sakit. Tapi vira gak terlalu mementingkan hal tersebut dan justru mengabaikannya. 
Singkat cerita nih waktu pertandingan tim Puspa kartika bandung melawan arek putri dari surabaya, vira berjuang matimatian. Dan sehabis melakukan slamp dunk yang sangat indah vira terjatuh dan berteriak. Akhirnya dia dibawa kerumah sakit. Pertandingan sempat berhenti sejenak lalu dilanjutkan dan tanpa vira. Dan tentu saja setelah puspa kartika kehilangan salah satu pemain andalannya itu, memperburuk keadaan dan membawa kemenagan kepada tim arek putri surabaya.
Ternyata Vira lumpuh. Bukan lumpuh total sebenarnya tapi lumpuh sebelah kanan. Dokter bilang bahwa saraf tulang belakang fira bagian kanan terjepit dengan tulang. Kejadian yang jarang sekali dialami, dan tentu saja akibat jatuh atau hempasan yang kuat. hal ini menyebab kan saraf fira tersebut putus. Saat ini masih yang sebelah kanan saja namun saraf kirinya juga demikian hanya saja bernasib lebih baik tidak putus dan masih bisa operasi untuk membenarkannya kembali. Dan sampai saat ini di indonesia belum tersedia rumahsakit untuk menyambung saraf tersebut
Singkat cerita setelah vira tau semua hal yang terjadi padanya, sift berubah 180 derajat. 
Vira yang tadinya ceria jadi lebih sering diam. Bagaimana tidak, sekarang dia gak merasakan sakit pada kakinya, bahkah lebih parah dari itu. Dia lumpuh! dia gak merasakan apa apa lagi pada kakinya, mati rasa. 
Setelah kejadian itu vira lebih banyak diam, kehilangan fungsi kakinya telah merampas hidupnya sebagai atlet basket yang kehidupannya gak jauh dari berlari, dan melompat. Teman-teman nya dari grup Puspa kartika pun juga ikut prihatin melihat keadaan pemain andalan mereka itu. Bahkan Lusi yang sempat kukuh gak mau main basket lagi karena dihianat clara yang pindah ke tim Gita Putri jakarta yang pemainnya di gaji lebih tinggi dengan fasilitas yang lumayan. Padahal waktu Lusi mendapat tawaran masuk tim maharani kencana, yg merupakan tim terkuat di WNBL ini. 

Singkat cerita setelah stella dan amel sahabat vira waktu sma mengajak vira melihat wheelchair basketball atau pertandingan basket dari kursi roda yang khusus buat orang cacat ternyata bisa membangkitkan semangat vira kembali. 
Vira mulai mencintai basket kembali. Dan setelah itu, tim puspa kartika memilih vira menggantikan asisten pelatih. Awalnya vira gak setuju, tapi stella memaksa. Akhirnya vira setuju dengan syarat stella harus kembali masuk ke tim puspa kartika.
Selama vira menjabat sebagai asisten pelatih, pertandingan WNBL menjadi sangat aneh, formasi dan strategi yang disusun fira benar-benar sangat aneh, bahkan penonton pertandingan di c’tra hall tersebut  dibuat bingung. Mereka sendiri menyebut strategi puspa kartika itu strategi putus asa. Tapi, ternyata strategi putus asa trsebut malah membawaa kemenangan tim puspa kartika dengan tim gita putri   (tim tempat clara main).
Kemenangan tim puspa kartika ini mengantarkan nya ke final melawan tim Maharani Kencana yang sebelumnya puspa kartika pernah kalah melawan tim tersebut pada babak penyisihan. Ini tentu saja bukan permainan yang mudah.
Saat melawan tim Maharani Kencana, tim puspa kartika memang kewalahan sangat. Pertambahan poin untuk tim maharani kencana Jakarta seakan susah untuk dibendung. Bahkan pertahanan tim asal Jakarta itu susah sekali ditembus. Salah satu pemain yang paling ditakuti tim puspa kartika bandung adalah Bianca. Bianca sendiri adalah sepupu stella. Skill individu basket stella sendiri adalah sangat baik. Dia  sempat mengikuti club basket di Amerika dulu. Jika di bandingkan dengan vira, skill basket Bianca jauh lebih baik. Apalagi jika dibandingkan dengan stella.  
Sekilas dilihat dari tipe permainan basket Bianca nyaris gak ada kelemahan. Bahkan angka yang dicetak tim maharani kencana sebagian besar dicetak oleh Bianca. Akhirnya vira mengeluarkan taktik baru. Si kembar shelva dan shelvy  dibuat sedemikian rupa dengan ikatan rambut yang sama, warna yang sama, sehingga sekilas gak ada perbedaan diantara mereka berdua. Shelva, dan shelvy di komandokan vira agar sering bertukar-tukar posisi untuk mengecoh permainan lawan. Shelva sebagai guard saling bertukar posisi dengan shelvy yang sebagai forward. Alhasil, tim maharani kencana bingung setengah mati membedakan mana forward dan mana guard tim puspa kartika. Dikira  guard, shelvy malah dibiarin masuk ke daerah maharani kencana, dan langsung saja shelvy  melakukan tembakan tiga angka. Shelvy memang sangat jago dibagian ini.  Alhasil lama kelamaan tim puspa kartika berhasil memperkecil ketinggalannya terhadap tim maharani kencana.
Lama kelamaan Bianca mulai mengetahui perbadaan antara si kembar ini. Sepatu shelve dan shelvy memang sama, namun warna talinya berbeda. Maksudnya sih biar gak ketukar, tapi justru ini yang membuat taktik vira ini terbongkar. Waktu timeout mereka mengubah strategi. Setelah kembali bermain, vira gak menyangka bahwa masuknya rida ke permainan sangat membantu. Rida yang sebagai guard selalu bisa menghadang Bianca dan kadang kadang membuat Bianca geram dan melakukan foul. Tentu saja keuntungan buat tim puspa kartika, tembakan bebas buat puspa kartika. Beberapa kali sudah terjadi kejadian yang sama, seolah-olah Rida telah menemukan kelemahan dari permainan Bianca. Waktu time out, stella memaksa rida untuk memberitahunya apa kekurangan dari Bianca, sepupunya itu. Tapi rida bilang dia sama sekali gak tau, dia hanya mengahadang Bianca dan melewatinya dari sebelah kirinya. Mereka masih bingung, karena jika melakukan dari sebelah kanannya malah gak berhasil.  Vira sendiri menduga ada sesuatu dibagian kiri Bianca yang sengaja ditutupinya.  Permainan pada quarter ketiga ini maharani kencana langsung menggebrak pertahanan puspa kartika, dengan tampil tanpa Bianca ternyata tim maharani kencana ini sangat hebat, mereka mengeluarkan permaianan dengan tiga forward sekaligus dan cukup membuat tim puspa kartika bandung getar getir kewalahan. Tanpa Bianca tim maharani kencana mengubah pola permainan mereka menjadi pola permainan asli mereka yang penuh dengan kekompakan.
Quarter ketiga berakhir dengan kekalahan telak tim puspa kartika. Untung saja Lusi datang. Tadinya lusi ga pingin ikut bertanding karena takut Bianca akan membocorkan rahasianya. Tapi sekarang yang ia ingin kan adalah kemenangan tim puspa kartika bandung itu, dan dia sama sekali gak peduli soal Bianca. Dia akan tetap bermain hari ini. Lusi tau taktik apa yang dimainkan tim maharani kencana, karena memang dulu dia, clara, dan Bianca pernah main di grup yang sama. Jadi dia tau semuanya. Termasuk kelemahan Bianca. Kelemahan Bianca sendiri terletak pada mata kirinya, kemampuan mata kirinya itu hanya tinggal 15 %. Lusi tau karena dia sempat pernah menemani Bianca berobat.
Nama taktik itu adalah Scorpio king. Dua orang forward menyerang dari sisi kiri dan kanan sedangkan satu forward dari tengah, di dekat batas area tiga angka. Sedang center dan guard berada di posisi belakang. Persis kala jengking. Memang pertahanan mereka itu menjadi terbuka, namun forward mereka adalah forward khusus yang dilatih ganda, bukan hanya sebagai forward melainkan sebagai guard. Tapi, sayangnya Lusi juga gak tau taktik apa yang bisa mengalahkan scorpion king ini.
Di quarter ke empat, masih dengan  scorpion king nya itu, puspa kartika memang mesti jatuh bangun melawan serangan dari tim asal Jakarta itu. Setelah vira menemukan strategi baru tim asal bandung itu meminta time out dan mereka kemudian bermain dengan 3 center sekaligus. Benar saja, taktik scorpion king ini sedikit meredam laju score maharani kencana dan membuat tim bandung itu sedikit memperkecil ketinggalan. Namun gak semudah itu juga, gak jarang permainan cepat maharani kencana membuat puspa kartika harus jatuh bangun.
Stella yang dari tadi menghasilkan tembakan tiga angka membuat pemain Jakarta itu mendekati stella yang sedng memegang bola. Stella mencoba berkelit, diluar dugaan dia mengoper bola pada shelvy yang memang jago dalam tembakan tiga angka. Tiga angka lagi buat puspa kartika. Merasa perolehan angka semakin dekat, maharani kencana meminta time out. Saat terjadi foul antara dian dan stella terjadi foul lagi tembakan bebas untk puspa kartika. Tembakan untuk siapa saja. Tidak diduga stella memberikan bola untuk vira. Vira ternyata masih terdaftar menjadi anggota klub pupa katika, bahkan kaus untuk tanding hari ini saja masih di cetak untuknya. Masuknya Vira ke lapangan menimbulkan kehebohan. Lemparan pertaama memang meleset jauh dari ring. Tapi lemparan kedua vira masuk! Puspa kartika masih ketinggalan 1 angka, score 56-55, keunggulan satu angka untuk maharani kencana. Sedangkan waktu yang tersisa hanya 23 detik. Permainan dilanjutkan dan tanpa sengaja foul dilakukan stella kepada Bianca, sepupunya itu. Tembakan bebas untuk maharani kencana. Tembakan pertama Bianca di eksekusi dengan mulus, tapi tidak untuk tembakan kedua, nampaknya Bianca telah terlanjur begitu PD dengan tembakan pertamanya itu. Dan bola tadi langsung di re-bound stella. Secara gak terduga stella melakukan operan kepada rida. Karena gerakannya gak terduga gak ada yang nyangka gerakannya kearah rida. Kecuali rida tentunya. Rida yg langsung berlari ke pertahanan lawan dibayang-bayangi Erika. Shoot! Batin vira. Tinggal 3 detik lagi. Tadinya mereka mau melakukan fast break dengan cepat, tapi ternyata 6 detik gak cukup buat itu. Sebagai center, tembakan jauh rida memang gak bagus, atau bisa dibilang parah.  Namun dia harus mencoba. Saat bel panjang berbunyi waktu habis, bola yang di tembak rida masih melayang di udara. Namun karena lemparannya dilakukan sebelum bel, maka tembakanny itu sah, semua menahan napas dan
BOLA itu masuk kedalam ring dengan mulus!
Skor akhir 58-57 kemenangan buat tim asal bandung itu.
Rida gak percaya lemparan tiga angkanya masuk. Padahal dalam keadaan normal rida lebih banyak gak masuknya daripada masuk. Dia bahkan terlambat bereaksi ketika temannya memeluknya atas kemenangan tim mereka.
Disisi lain kekecewaan pada tim maharani kencana, kemenangan yang udah di depan mata harus sirna si detik-detik terakhir permainan. Bahkan Ade dan Dian, nangis terang-terangan.

***
Sebulan kemudian Vira pergi ditemani mama dan papanya ke Amrik, dengan harapan kaki Vira sembuh dan bisa kembali ke Indonesia dan bermain basket kembali. Semua temannya pun menemaninya ke Bandara..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar